← Semua Ilmu & Kabar SAJATI
Faidah

Membicarakan Kebaikan Sendiri Itu Tidak Selamanya Buruk

08 Sep 2026 · oleh Admin Pusat · 21 kali dilihat

Membicarakan Kebaikan Sendiri Itu Tidak Selamanya Buruk


Kebaikan sendiri itu tidak selamanya buruk. Bisa jadi baik, bila terdapat kemaslahatan agama di dalamnya semisal:


  1. Penegak amar makruf nahi munkar
  2. Penasihat
  3. Konsultan
  4. Guru
  5. Pendidik
  6. Pemberi wejangan
  7. Pengingat
  8. Pendamai dua orang yang sedang berseteru
  9. Mencegah kejahatan
  10. Dan lain sebagainya


Mereka tadi boleh-boleh saja menyebutkan kebaikan dirinya, dengan niatan agar ucapannya bisa lebih diterima dan dipegang oleh oranglain.

Dengan konsep ini, Jadi antum gak usah heran kalo pas denger pengajian, ceramah-ceramah, atau seminar gus baha beliau seringkali memuji-muji dirinya sendiri; “saya ini ulama”, “saya tahu betul ilmu ini” dan ungkapan-ungkapan lainnya.


Begitu juga sewaktu kita ikut ijazah doa amalan, biasa para kyai dawuh “alhamdulillah kang, saya sudah mengamalkan wirid ini selama 12 tahun tidak putus” dan seterusnya….


Juga termasuk pada bab ini, yaitu kang santri atau para sarjanawan yang buat CV melamar jadi guru, tulis saja saya dapat penghargaan ini itu saya punya sertifikat ini itu…. Daripada posisi itu malah ditempati oleh orang lain yang belum tentu lebih baik. Bagaimana kalo jadinya sama orang yang salah?.


Mulai sekarang antum kalo denger orang lain pamer “kemewahan” awak’e dewe, ya jangan suudzan. Husnudzan saja niatan dia baik seperti di atas.


Yang pasti buruk ya cuma satu, kamu dengan keangkuhan mu!.


Jangan ya dek yaaa.


المرجع:
كتاب مراقي العبودية شرح بداية الهداية ص ١٢٩


Oleh:

Agus Sholah